Empat Puluh Tujuh

1009 Words

Selama seminggu ini Andrean benar-benar menghabiskan waktunya untuk bekerja, ingin sekali ia tinggalkan, mengingat sudah dua hari yang lalu ketiga anaknya pulang dari Lombok. Mengikuti Marsha dan Marcel yang tengah berbulan madu. Tapi sekarang, pekerjaannya tak lagi sepadat kemarin. Ia berniat menghubungi Marsha untuk bertemu anak-anak, namun ragu menghalanginya. Ia belum siap untuk ditolak. Terlalu lama berfikir, membuat Andrean seolah tuli untuk mendengar getaran ponselnya di meja. Dua kali ponsel itu bergetar, ia masih tak sadar. Dan di getaran ketiga, baru ia sadar. 08xxxx Nomor asing. Tak menunggu lama, Andrean mengangkat panggilan telepon tersebut. "Hmmm," gumamnya malas. "Kau sudah bosan hidup," sarkas suara di seberang sana. "Hmm," gumamnya lagi, masa bodoh akan ejekan dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD