"Apa tidak apa-apa?" Mendengar pertanyaan dari wanita di sampingnya, Marcel tersenyum. "Tidak apa. Jangan khawatir. Biarkan mereka dekat." Ditatapnya intens mata wanita itu. "Sekarang waktu buat kita. Hanya berdua." Wajah wanita itu bersemu merah, Marcel menangkup Pipi wanita tersebut, ia mendekatkan wajahnya. "Wajahmu memerah. Membuatmu semakin cantik, BubbyGum," tambah merahlah wajah wanita yang Marcel rayu, siapa lagi wanita itu kalau bukan istrinya. Marsha. "J-jangan merayuku," ujar Marsha. Ia sendiri tidak berani menatap sang suami. "Aku tidak merayu. Aku bicara kenyataan," elak Marcel, ditambah rayuan setelahnya. "Ish, kau ini." Marsha memukul lengan Marcel, kebiasaannya kalau sedang gugup muncul kembali setelah sekian lama. Marcel terkekeh, dikecupnya kening Marsha. Beralih d

