Mendengar suara deru mesin mobil, Marsha dan Catherina yang tadinya di dapur memasak bersama langsung keluar rumah. Keduanya melihat anak-anak turun dari mobil dibantu oleh Marcel. Pria itu menepuk pelan puncak kepala Ara, Cio dan Izy, sebelum kemudian menoleh menatap Caterina dan Marsha yang menunggu di teras lalu membungkukkan setengah badan. Setelah itu, masuk kedalam mobil kembali dan pergi tanpa sepatah katapun terhadap Catherina atau pun Marsha. Sejenak Marsha memandang sedih kepergian mobil Marcel, ada sesuatu dalam hatinya yang mengganjal. Yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata pula. "Ma." Marsha membelai sisi ketiga wajah anaknya bergantian. "Kalian pasti lelah." Ketiganya mengangguk. "Mama pikir mau main sampai sore sama Om Marcel." "Tidak, Ma. Di sana banyak family."

