Dua Puluh Empat

1295 Words

Andrean menghentikan mobilnya di depan lobi kantor. Menyerahkan kunci mobil ke satpam untuk diparkirkan dan berlalu pergi. Langkah panjang ia ambil karena terlalu penasaran, akan kabar yang dibawa Neo untuknya. Apalagi sampai ada orang tuanya juga, membuat rasa penasarannya semakin bertambah. Andrean membuka pintu ruang kerjanya, seketika dahinya mengernyit melihat Neo menatap tajam seorang wanita yang tengah menunduk, ia tidak bisa melihat dengan jelas rupa wajah wanita itu karena sebagian rambut menutupi wajahnya. "Kuharap kau benar akan mengatakan hal penting Neo, bukan untuk membuat ruanganku sebagai tempat mesum." Neo menoleh begitu mendengar suara tajam milik Andrean. "Ini lebih dari penting Andrean. Jawaban nyata yang harus kau dengar," ucap Neo. Sedikit menolehkan wajahnya kebel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD