Dua Puluh

1690 Words

Semua orang berkumpul di ruang tamu Catherina. Termasuk Lea yang menempel terus pada Marsha. Niat Marsha berangkat kerja pun pupus. Ia harus izin dulu hari ini. "Lea pulang, ya. Lea tidak rindu Nenek, Kakek sama Daddy, hmm?" Lea menggeleng kecil. "Enggak, Lea enggak mau disiksa." "Tidak ada yang mau menyiksa Lea. Kita sayang sama Lea." Lagi, Lea menggelengkan kepalanya. "Kata mereka, Daddy, Daddy bukan daddy Lea. Kalian bukan keluarga Lea. Lea enggak mau jadi cinderella, yang selalu diceritakan Daddy sebelum tidur. Disiksa bukan keluarganya." Tidak lagi memeluk Marsha, tangan kecil itu saling menggenggam erat dengan wajah tertunduk. "Siapa yang bilang? Tidak sayang, itu tidak benar." Keke terus membujuk Lea, berusaha merubah pikiran anak itu agar mau pulang. "Itu benar Nenek. Tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD