Dua Puluh Satu

1298 Words

Ketegangan tampak terasa melingkupi tiga orang yang saling bersitatap. Satu wanita dan dua orang pria. Apa yang sebenarnya terjadi? "Jelaskan, Andrean?" "Tidak ada yang perlu Andrean jelasin, Ma." Keke murka menatap anaknya Andrean. "Sungguh tidak ada yang bisa kau jelaskan, Andrean?" geram Keke. "Kau anak Mama, Andrean. Mama tahu kalau kau menyembunyikan sesuatu dari Mama. Raut wajahmu tadi, tidak bisa membohongi penglihatan Mama." Andrean mengusap wajahnya kasar. "Mama mau apa? Itu hanya masa lalu, Ma. Tidak perlu diungkit lagi." "Tidak perlu diungkit? Apa yang masa lalu? Mama tidak mengerti." Keke menatap heran anaknya, ia semakin curiga. Kalau tidak ada apa-apa, kenapa wajah anaknya setegang itu? Dan suaranya terdengar seperti seorang yang tengah gugup. " Sungguh, tidak ada masa l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD