Dua Puluh Dua

1021 Words

Hari ini pekerjaan Marsha dua kali lipat lebih banyak daripada hari-hari biasanya. Ini akibatnya ia tidak bekerja kemarin. Bukannya bermalas-malasan, hanya saja ada satu momen yang membuatnya enggan pergi bekerja. Lebih memilih di rumah menemani ketiga anak kembarnya beserta Lea bermain. Tentang Lea yang ternyata anak Andrean, Marsha menerimanya. Tidak sekalipun ada rasa benci dan marah. Takdir ia bersama anak-anaknya memang begitu adanya, ia telah mengikhlaskan. Terlalu asyik mengedit naskah, Marsha sampai tak menyadari jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya dan tengah duduk manis di sofa seraya memperhatikannya. "Segitu sibuknya, kah? Hingga tak sadar aku ada di sini?" Marsha mengalihkan pandangannya dari layar komputer ke sumber suara. "Marcel." Si empunya tersenyum leba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD