Delapan Belas

1394 Words

Raut lelah tampak di wajah Andrean. Dari malam hingga menjelang pagi, ia telah berkeliling mencari putrinya Lea yang hilang akibat kebodohannya sendiri. Andrean menghentikan mobilnya di depan kafe, berniat membeli satu cup kopi untuk menahan kantuk dan beberapa kue untuk sarapan paginya. Jujur saja dirinya belum tidur seharian. Tadi malam ketika ia turun ke bawah mencari Lea, ternyata pesta telah dibubarkan. Baik dirinya dan bawahannya tidak ada sama sekali yang melihat keberadaan Lea. Ketakutan mendera Andrean, pikirannya bercabang. Antara Lea diculik musuh bisnisnya atau pergi atas kemauan sendiri. ia mengumpati seluruh bawahannya yang tak becus menjaga Lea dan tentunya merutuki dirinya sendiri yang juga tak becus, sebelum memerintah para bawahannya mencari keberadaan Lea. Ponsel And

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD