Tujuh Belas

1255 Words

Kaki mungil Lea membawanya sampai di trotoar dekat supermarket. Lea berjongkok di sana, menyembunyikan wajahnya di atas lutut. "Semuanya tega sama Lea," ucap Lea parau. Air matanya terus mengalir meski sudah berulang kali tangan mungilnya menyekanya. Ia tidak tahu, di mana dirinya sekarang? Sebagian orang berlalu lalang di trotoar menatap Lea iba tanpa mau membantu. Adapula yang sekilas melihat tak perduli. Pura-pura tidak tahu. "Lea lapar," ujar Lea seraya memegangi perutnya, mata berlinangnya menyaksikan beberapa pedagang kaki lima disekitarnya. Bau harum makanan menyeruak sampai ke hidungnya, membuatnya semakin lapar. "Lea Lapar sekali." Sungguh malang nasibmu, Lea. Korban dari keegoisan orang tua yang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada anak. Marsha baru keluar dari super

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD