Tiga Puluh Dua

1484 Words

Marsha menumpukan kepalanya pada satu tangan, ia menunduk. Perlahan air matanya menetes. Ini bukan kisah baru melainkan kisah lama yang kembali muncul di permukaan. Ya, tanpa Andrean beri tahu pun ia tahu. Ia tahu semua awal dari kisah sedihnya, siksaan batin yang terus menyiksa, semua itu dari mereka. Mereka yang sudah ia anggap teman, sahabat, saudara dan keluarga. Sampai detik ini, ia sama sekali tidak mengetahui letak kesalahannya. Mengapa Griya dan Loviyah membenci dirinya hingga menciptakan sebuah sandiwara agar dirinya hancur. Selama ini ia kira, pertemanan yang telah sekian lama terjalin baik-baik saja, tidak Nampak ada masalah sama sekali bahkan saling support, saling dukung di berbagai keadaan tapi kenapa bisa begini? "Mereka temanku, Bibi. Mereka--" Merasakan elusan di pundak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD