Tiga Puluh Tiga

1791 Words

Marsha pergi begitu saja dari rumah Andrean tanpa meninggalkan jawaban apapun. Memaksa para penjaga di sana agar membiarkannya pergi, pun tak menghiraukan Andrean yang menawarkan diri untuk mengantarnya. Kini dirinya berada di sebuah taman di tengah ibu kota yang tampak sepi di hari biasa bukan weekend. Tidak ada yang bisa Marsha lakukan disini selain mencari kenyamanan dan rasa tenang. Ia butuh ketenangan untuk menghadapi masa lalu yang telah kembali dan mulai mengusiknya. Harusnya ada jarak antara mereka seperti yang dikatakan pria itu Tujuh tahun lalu. Tidak untuk permohonan yang terdengar aneh di telinganya. Manusia berubah tidak mungkin secepat itu, 'kan? Bingung akan pemikirannya sendiri, Marsha memijit pangkal hidungnya. Hatinya sedang di landa dilema. Pilihan seperti apa yang seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD