"Kenapa kau menatapku?" sentak Izy, ia risih karena terus ditatap oleh perempuan di depannya. "Kau mau coba ini, Jelek?" tawarnya kemudian. Ia sedang memainkan mainan di tab yang dibelikan Mamanya. Tab warna biru kesukaannya. Lea menggelengkan kepalanya. "Terus kenapa melihatku? Ish." "Aku enggak melihatmu. Aku melihat yang kau pegang. Suaranya berisik." Izy mencebik. "Sama saja," ujarnya sedikit kesal. "Beda." "Sama." "Beda pokoknya beda," kekeuh Lea sembari melototi Izy dengan mata bulat besar miliknya. Sejenak Izy terdiam, kemudian ia juga ikut melotot. "Sama pokoknya sama," teguhnya juga, tak mau kalah dengan Lea. "Terserah," acuh tak acuh Lea kemudian memalingkan muka, enggan menatap Izy. "Suka-suka aku, emang aku pe--" "Izy Lea kalian bertengkar lagi!" seru Marsha, yang b

