Bab 28

1011 Words

Santi terdiam dan waktu seakan berhenti berputar. Kedua tangannya berkeringat dingin. Kakinya lemas serasa tak bertulang. Itu terjadi saat Raka dan teman-temannya menghampiri ke pelaminan. Hatinya seperti diobrak-abrik ga karuan. "Kang, ini temen-temen kuliah aku. Aku sengaja undang mereka ke sini. Mereka mau ngucapin selamat pada akang." Kata Raka. Pandangan mata Rafa dan Santi bertemu. Tapi hanya sepersekian detik karena mereka berdua ga mau semuanya menaruh rasa curiga. Rafa mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Menahan sesak di dadanya yang membuatnya terhimpit. Jadi, dia menikah dengan kakaknya Raka? Rafa masih menahan tangisnya, begitu juga dengan Santi. Dia berusaha agar tidak meneteskan air matanya. Dia takut suaminya akan curiga. "Terima kasih sudah mau datang ke nikahan sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD