Chapter 50

1040 Words

Tangan Abra bergerak sedikit, lalu perlahan matanya terbuka. Posisinya masih sama, memeluk Gadis yang terlelap di dadanya. Sebelum Gadis terbangun dan berteriak lalu menuduhnya yang tidak-tidak, Abra menggerakkan badannya pelan-pelan, agar Gadis tak bangun. Sangat pelan hingga akhirnya ia berhasil lalu ia meletakkan kepala Gadis di atas bantal. Badannya sedikit ngilu karena ia tidur duduk dan Gadis bersandar di dadanya. Lamat-lamat Abra memerhatikan Gadis yang terlelap kini. Ia mendekat ke arah Gadis yang masih tidur. Ia berharap ketika Gadis nanti terbangun, semuanya akan baik-baik saja. Abra mendesah ketika ia ingat kejadian semalam. Ia merasa bersalah dan juga bingung. Belum pernah sekalipun ia melihat Gadis seperti semalam. Setelah dengan berani membelai lembut kepala Gadis, Abra b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD