Abra berlari keluar kamar dan ia menengok ke kanan kiri sesampainya ia diluar. Tak jauh dari tempatnya berada ia melihat Gadis di sebelah kanan, gegas ia pun menghampiri Gadis. Sampai di samping Gadis, ia melihat Gadis ngos-ngosan menatapnya. Ia pun merasa cemas sekali lagi. "Kenapa, Dis?" "Ada kucing tadi, Bra!" seru Gadis. Ya Tuhan Cuma kucing! Tak ingin mengalami sport jantung lagi, Abra menarik tangan Gadis untuk kembali ke kamar. "Mau ke mana, Bra?" tanya Gadis. "Ke mana lagi? Kamar!" "Gue mau jalan-jalan dulu!" "Besok aja jalan-jalannya sama gue!" seru Abra. Ia tetap menarik tangan Gadis masuk ke dalam kamar dan tak dipedulikannya sama sekali Gadis mendumel terus menerus. Sampai di kamar, Abra menatap Gadis intens. "Berhenti bikin gue sport jantung terus, Dis!" seru Abra

