Abra meremas ponsel Selly tanpa sadar. Jika saja Selly tak memanggil-manggil namanya mungkin ponselnya sudah wassalam ditangan Abra. Abra segera mengembalikan ponsel milik Selly yang wajahnya nampak takut saat melihat Abra. Ketika Abra ingin menanyakan lebih jauh hubungan antara Gadis dan Samuel, pintu ruangan pengacaranya terbuka dan terlihat oleh kedua matanya dua orang lelaki berusia lima puluhan tengah keluar dari ruangan tersebut dengan senyum yang mengembang. Abra berdiri, menyaksikan kedua pria itu saling berjabat tangan satu sama lain dan juga saling melemparkan senyum. Ketara sekali bahwa kasus yang tengah ditangani oleh pengacara Abra itu berhasil dimenangkannya. Seperginya pria tua berjas abu-abu itu, tanpa sengaja sang pengacara menoleh ke arah Abra dan senyumnya tetap mengem

