"Kenapa lama sekali di ruangan Bu Gadis?" tanya rekan Ratih pada Ratih yang sudah kembali dari ruangan Gadis. Ratih benar-benar tak habis pikir dengen kejelian Gadis. Bahkan Abra dan Matt pun lupa kalau ada bunga bank. Mereka fokus pada pengeluaran dan pemasukan. Aliran kas. Laporan laba rugi dan Aktiva. Ratih menghela napas berat, ia yakin beberapa hari ke depan perusahaannya akan gempar. "Bu Gadis itu dokter, kan?" tanya Ratih dan rekannya mengangguk. "Dia itu dokter umum, lagi ambil spesialis urologi katanya, tapi gak tahu lagi karena kan tiba-tiba aja dia gabung sama perusahaan kita." "Apa cuti, ya?" "Eh? Emang bisa?" "Gak tahu, kan gue bukan anak kedokteran." "Info yang gue dapet nih ya, dia anak pengusaha kaya loh,Wijaya. Lo tahu, kan? Keluarga Wijaya yang pengusaha kaya tapi m

