Chapter 96

1091 Words

Telepon Abra berdering. Panggilan masuk dari David, gegas ia berdiri dari kursi kerjanya dan mengangkat ponselnya. "Ya?" "Selamat sore tuan. Saya hanya ingin melaporkan bahwa penyerangan terencana kepada anda kemarin bukan tuan Hasan pelakunya." "Lalu, siapa?" "Sepertinya pihak lain. Saya telah mengkonfirmasinya sendiri kepada bawahan saya yang tahu salah seorang preman itu." Abra nampak berpikir keras, ia tak tahu kalau ia punya musuh lain selain Hasan."Apa rencana tuan selanjutnya?" "Aku akan membawa Gadis keluar negeri secara diam-diam. Aku telah menemukan General Manager yang pas untuk menggantikan posisi Gadis." "Saya harap anda berhati-hati, Tuan." kata David. "Karena saya belum tahu siapa yang telah mengejar anda dan apa motifnya." imbuh David. "Ya, terus kabari saya." kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD