Tapi Abra tak peduli omongan Hasan. Pikirannya hanya tertuju pada Naomi saja sekarang. Hasan terlihat geram sekali, hingga ia mengikuti langkah kaki Abra. Sampai di depan kamar Naomi, Abra mengetuk pintu kamar adik kesayangannya itu seraya memanggil-manggil namanya berulang-ulang kali. Tapi tak ada jawaban dari dalam. Gadis yang mendengar ada sedikit keributan, meletakkan pisaunya dan memandang keluar sejenak. "Apa nona Naomi sakit?" tanya Gadis dengan masih fokus memotong wortel. Dua orang asisten disebelahnya hanya saling pandang bingung. Lilianan dan Maudy juga saling menatap bingung di ruang makan. Sedangkan John menelan ludah, begitupun dengan Claire yang meraba-raba perutnya berulang-ulang kali. "Kenapa kalian tidak menjawabku? Apa Nona Naomi sakit?" tanya Gadis sekali lagi, kali

