Saat Gadis bangun dari tidur panjangnya yang nyenyak, hari sudah sangat malam di London. Perlahan, dengan mata yang masih berat, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar kamar mewahnya. Tak ada sosok Abra di kamarnya. Karena penasaran, ia pun bangkit lalu melangkahkan kakinya ke arah jendela kamar. Gadis menyibak tirai dan melihat pemandangan menakjubkan. Ia tak pernah menyangka akan menginjakkan kaki di London lagi setelah orang tuanya meninggal. Hidup yang selama ini ia alami benar-benar seperti mimpi. Jungkir balik kayak rooller coaster. Pintu kamarnya terbuka, ia menoleh dan mendapati Abra memasuki kamar dengan senyum yang mengembang. Entah mengapa d**a Gadis bergemuruh saat melihat Abra yang berjalan ke arahnya. Ia merasa mereka seperti benar-benar melakukan perjalanan bulan madu. A

