Chapter 47

1051 Words

"Gak suka makanannya?" tanya Abra setelah memerhatikan Gadis baik-baik. Gadis yang tertegun sembari menatap meja yang penuh makanan itu, mendongak lalu menatap Abra dengan raut kebingungan. Mata biru Abra selalu membuatnya merasa tenang dan damai. Dan itu terjadi saat pertama kali mereka saling menatap di Masjid. "Ahhh, enggak ..." jawab Gadis berusaha terlihat baik-baik saja dan biasa di mata Abra. Perempuan itu tak ingin melihat pria tampan di sebelahnya kuatir akan dirinya. Kemudian Gadis mengalihkan pandangannya lagi ke arah meja makan dan mengambil beberapa makanan sekaligus ke dalam piringnya. Hanya beberapa makanan dalam porsi tak banyak, tapi karena beberapa itulah piring makannya sampai tak terlihat. Penuh. Abra tertawa melihatnya. "Kalau lo lapar porsi makanmu bisa dua kali lip

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD