Gadis hanya meminum seteguk wine dan meletakkannya kembali di atas baki yang dibawa oleh pelayan. Abra melihatnya dan tersenyum tak percaya karena Gadis begitu takut untuk mabuk malam ini. Alunan musik terdengar lembut, Abra meletakkan gelas winenya yang tinggal sedikit juga di atas baki dan langsung menarik Gadis ke tengah-tengah pesta, memutar tubuh Gadis di depannya. "Mau apa?" tanya Gadis gugup meski ia tahu apa yang bakalan Abra inginkan. Ia melihat posisinya dan cara Abra meletakkan tangannya, satu di pinggul dan satu lagi memegang tangannya, itu berarti Abra akan mengajaknya berdansa. "Aku gak bisa dance!" kata Gadis pelan dan sedikit melotot. "Seorang penari ballet pasti bisa dansa lah." kata Abra. Gadis melongo mendengarkan jawaban Abra. Pasalnya ia kaget karena Abra tahu bahw

