Chapter 93

1041 Words

Ratih mengetuk pintu ruangan Gadis dan Gadis menyahutnya dari dalam. Gadis sedang meneliti hasil kerja tim Ratih bulan ini. Ratih melangkah maju saat Gadis mendongakkan wajahnya dan tersenyum mempersilahkannya duduk. Dengan wajah yang tertunduk karena malu dengan penampilannya, Ratih duduk di depan Gadis. "Saya sudah bilang ke bapak Abra soal kamu, tapi maaf saya tidak bisa bantu banyak. Saya tahu kamu ditekan. Jadi keputusan pak Abra adalah opsi untuk kamu setelah saya berikan opsi lainnya." "Opsi lainnya apa, Bu?" "Kamu mau dipindahkan ke kantor cabang di Surabaya?" tanya Gadis. "Kalau mau, kamu bisa tetap kerja tanpa skorsing. Tapi status kamu tetap karyawan kontrak. Tapi kalau kamu gak mau, ya, silahkan tunggu skorsing kamu usai baru kembali ke perusahaan." "Tapi pak Abra tak meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD