B&B 06

646 Words
Setelah beberapa minggu berdiam diri dirumah, Bulan akhirnya bisa bermain kembali bersama teman-temannya. "Kak.... ada temen lo tuhh" teriak Wulan sambil menggedor-gedor pintu kamar Bulan. "Gedor terus dek, sampe jebol" kesal Bulan. Bulan keluar dari kamarnya dan melirik kesal kepada Wulan. Wulan hanya acuh tak acuh melihat kakaknya sebal. "Haiii.... ada apa? Ramai-ramai datang kesini" tanya Bulan saat sampai di ruang tamu. "Alhamdulillah... lo udah sembuh" ucap Bintang. "Lo nggak kasihan sama dia... Di kelas tiap hari cuman diem gara-gara nggak ada lo" ledek Yuan. "Diem lu!" Kesal Bintang. Bulan hanya terkekeh mendengar ucapan Yuan dan Bintang yang terlihat kesal. Ia bersyukur bisa bertemu kembali dengan teman-temannya. 'Terimakasih untuk kalian' batin Bulan sambil tersenyum. "O iyaa... hampir lupa gue" teriak Lia sambil menepuk jidatnya. "Ihhh jan keras-keras Lia! Benjol ntar tuh pala lo!" Bentak Eksan. Lia hanya cengengesan tidak jelas melihat kembarannya marah-marah. "Emang ada apa?" Tanya Bulan kepo. "Kita udah sepakat untuk mengadakan acara makan malam di Restoran malam nanti" jelas Nisa. "Oke, nanti aku ikut kalo gitu. Biar ramai. Udah lama juga nggak kumpul bareng kalian" ucap Bulan. "Nanti gue jemput yaa" sela Bintang. "Apadayalah gue yang jomblo" ucap Yuan. "Hahahahaha" *** Bip bip... bip bip... - (anggap ajha suara klakson yaa:v ) "Assalamu'alaikum" "Wa'alaikumsalam, ehh Bintang. Bentar yaa, Bunda panggilkan Bulan dulu" ucap Bunda. "Bulan... udah ditunggu Bintang! Buruan! Kasian nanti nungguin kelamaan!" Teriak Bunda. "Ini udah siap kok, Bun" ucap Bulan. "Ya sudah, kalian hati-hati di jalan yaa" pesan Bunda. "Iya Bun, kami pamit dulu" ucap Bintang. Hening. Seperti itulah yang dapat digambarkan suasana saat ini di dalam mobil yang terdapat 2 insan bergelut dengan pikiran masing-masing. "Masih jauh?" Tanya Bulan mencairkan suasana. "Enggak kok, itu di depan tinggal belok kiri" jawab Bintang. Mobil merah berbelok memasuki depan pintu masuk sebuah restoran. Bulan dan Bintang turun dari mobil dan telah disambut oleh Pak Kizu -pemilik Restoran. "Selamat datang... Kalian sudah ditunggu di ruang VIP meja nomor 4. Mari saya antar langsung" ucap Pak Kizu ramah. Bulan dan Bintang berjalan di belakang Pak Kizu. Mereka terlalu asik melihat pemandangan yang disuguhkan Restoran hingga tak terasa ada yang memanggil mereka. "Heeiii... Buruan sini!" Teriak seseorang. "Ehh udah sampai ternyata. Hahahaha... gue terlalu asik melihat pemandangan soalnya" ucap Bulan kikuk. "Permisi, ini pesenannya. Silahkan menikmati" ucap pelayan sambil membawa hidangan. "Waahhh.... enak sekali makanannya" teriak Lia bersemangat. "Etdah lu... jan teriak mulu napa" kesal Eksan. Lia hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan kesal kembarannya. Mereka menikmati makanan sambil melihat pemandangan malam hari dengan gemerlap lampu kota. "Permisi... rooftop Resto telah kosong. Silahkan..." ucap seorang pelayan tiba-tiba. "Sumpah dahhh.... gue kaget tau nggak" ucap Nisa terkejut. "Kagak" "Hahahaha" Tiba-tiba telapak tangan Bintang berada didepan Bulan. Bulan mengernyit bingung menatap Bintang seraya meminta penjelasan. "Sudahlah.... ayo ikut dulu" ajak Bintang. "Mau kemana Bintang?" Tanya Bulan setelah menggenggam tangan Bintang. "Cieeee..." "Sukses brooo" "Kita ke rooftop" ucap Bintang. "Duduk sini" lanjut Bintang. "Emang mau ngapain?" Tanya Bulan kembali bingung. "Bulan... lihat ke langit" perintah Bintang lembut. "Wow...." gumam Bulan. Bulan tertegun melihat keindahan langit malam hari ini. Hingga bibirnya melengkung keatas dan membuat Bintang ikut tersenyum tanpa Ia sadari. "Di langit ada sebuah Bulan dan beribu-ribu bintang. Mereka menghiasi langit pada malam hari dan menerangi bumi pada malam hari. Bulan diatas seperti kamu. Dan bintang diatas seperti aku. Bulan dan bintang selalu menemani pada setiap malam. Walau terkadang mereka tidak bertemu satu sama lain. Mereka tidak pernah berpisah. Saling melengkapi dan membantu sama lain" jelas Bintang sambil menunjuk ke langit. "Bintang... gue tidak pernah berfikir sejauh itu. Terimakasih telah memberikan cahaya di setiap hari-hari gue" ucap Bulan. "Sama-sama" ucap Bintang sambil merentangkan kedua tangannya di depan Bulan. Bulan pun menerima dan mereka saling berpelukan. 'Tuhan... Terimakasih Engkau telah memberikan seseorang yang sangat sayang padaku setelah keluargaku. Hari ini, dia telah memberikan sesuatu yang tidak pernah kulupakan. Dia juga telah memberitahu kepadaku apa itu kasih sayang yang sesungguhnya...' batin Bulan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD