B&B 05

973 Words
"Lama sekali sihh" gerutu Yuan yang sudah duduk dibangku taman kota 1 jam yang lalu. Akhirnya yang ditunggu Yuan pun telah menampakkan batang hidungnya. "Kenapa lama sekali! Capek gue nunggu dari tadi" oceh Yuan. "Hehehe... maaplah, lupa kalo punya janji" ucap Eksan dengan tampang watados nya. Fyi : Watados = Wajah tanpa dosa. "Kebiasaan lo" ucap Yuan malas. "Udah dong berantemnya... ayok keburu siang ntar" lerai Lia. Mereka pun jogging bersama mengelilingi taman kota di pagi hari. Tanpa mereka sadari, Bulan tertinggal dibelakang dengan tangan menopang diatas lutut. "Lo kenapa, Bul?" Tanya Bintang menyusul Bulan yang terlihat lelah. "Gu.. e.. ca.. pek" jawab Bulan tersengal-sengal. "Ya udah, duduk sini ajha. Nanti gue sama lo tinggal nyusul mereka" ajak Bintang. Bulan menyetujui ajakan Bintang. Kemudian Ia meneguk air mineral nya sampai habis. "Eh, bentar Bul" ucap Bintang. Bulan terkejut melihat Bintang jongkok didepannya. Ternyata Bintang sedang menalikan tali sepatu milik Bulan yang terlepas. Dari kejauhan... "Eh... Liat tuh, mereka berdua" ucap Nisa sambil menunjuk ke arah Bulan dan Bintang. "Uhh... so sweet dehh" ucap Lia. "Dasar lebay" cibir Eksan. "k*****t lo bang" umpat Lia. "Cocok ya mereka..." lanjut Yuan. Drtt... drtt... 1 Message From Eksan Eksan | Udah... kalo suka, langsung gass! Jan pake lama! Bintang mencari keberadaan Eksan dengan tujuan ingin mengumpat kepada Eksan. Tetapi, ekor matanya tidak berhasil menemukan sosok yang dicarinya. Bintang melirik ke arah hp dan Bulan secara bergantian. Ia sendiri bingung terhadap apa yang Ia rasakan selama ini. Apakah memang benar, Ia telah jatuh cinta? "Bintang? Hei?!" Ucap Bulan sedikit teriak. "Ehh...." ucap Bintang setelah sadar dari lamunannya. "Lo kenapa?" Tanya Bulan sedikit khawatir. Ciee... Bulan mulai khawatir :v - Author Hiss... author merusak suasana-_   - Bulan Awokawok :v - Author "Eng- enggak kok" ucap Bintang kikuk. Hening. "Bul, gue mau bilang sama lo" lanjut Bintang. "Bilang apaan? Jangan bilang kalo langit warnanya biru" ledek Bulan. "Gini... emm... gimana yaa... aduhh" grogi Bintang. "Lo kenapa sih?" Tanya Bulan bingung. "Sebenarnya, gue suka sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?" Tanya Bintang. "Lo? Lo beneran suka sama gue?" Tanya Bulan tidak percaya. "Terima! Terima! Terima!" Teriak Yuan dkk muncul dari balik pohon. Memang sedari tadi mereka mengintip dari balik pohon tersebut. Bulan pun mengangguk dan tersenyum ke arah Bintang. Bintang pun langsung memeluk Bulan dengan erat. "Makasih Bulan" bisik Bintang. "Sama-sama" jawab Bulan. "Ciiieee... akhirnya hati pangeran es mencair juga" ledek Eksan. "k*****t lo" *** Bintang sedari tadi hanya bermalas-malasan diatas kasurnya sambil senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Cekleekk... "Sayang, kenapa senyum-senyum sendiri? Pasti lagi seneng yaa..." tebak Mama Bintang. "Ya ampun, Mama... Bintang terkejut!" ucap Bintang. "Iya Ma, Bintang lagi seneng banget" lanjutnya. "Kenapa?" Tanya mama Bintang. "Mama kenal temanku yang namanya Bulan?" Tanya Bintang balik. "Ohh... yang cantik itu? Iya, Mama kenal" jawab Mama Bintang. "Bintang jadian sama Bulan" bisik Bintang. "Beneran?" Tanya Mama Bintang. Bintang menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan dari Mamanya. "Ya sudah nggak papa. Yang penting Bintang nggak malas belajar. Jadikan Bulan sebagai penyemangat" nasehat Mama Bintang. "Iya ma..." ucap Bintang. *** "Awas... beri jalan buat pasangan yang baru jadian..." ledek Nisa. "Nisa..." geram Bulan. "Ciee... yang baru jadian" ejek Nadia, sang ketua kelas. Dalam sekejap, breaking news tersebut telah beredar ke seluruh penjuru sekolah. Mereka semua membahas tentang Bulan dan Bintang yang belum lama jadian. Entah itu dikelas, perpus, kantin, koridor maupun toilet. "Ada apaan sih?" Tanya Mentari. "Lo nggak tau? Ada hot breaking news!" ucap Putra. "Emangnya apaan?" Tanya Shofi. "Bulan sama Bintang jadian" ucap Vira. "What?!" "Oh No! My Hunny Bunny Sweaty..." sedih Mentari. "Okey, makasih infonya" lanjutnya. *** Kantin terlihat lebih sepi dari biasanya. Mengapa demikian? Author pun tidak tau :v "Bulan, pwesweniwn gwuwe bwaksow sewpworsiw wlawgiw dwong. Gwuew mwaswih lawpwer" ucap Yuan dengan mulut masih mengunyah. "Telen dulu napa tu bakso?" Sebal Bulan. "Pesenin gue seporsi bakso lagi. Masih laper nihh..." ucap Yuan setelah menghabiskan bakso yang di dalam mulutnya. "Etdah... tu perut apa tong sampah" sindir Nisa. "Diem lo nyet" umpat Yuan. Braakkk.... "Eh lo!" Bentak Mentari sambil menunjuk ke arah Bulan. Bulan memicingkan sebelah matanya menatap Mentari. "Lo bener-bener harus diberi pelajaran! Lo udah ngrebut Bintang dari gue! Liat ajha nanti!" Ancam Mentari dengan senyum smirk nya. Teettt... Teettt.... Teettt... Bel pulang sekolah berbunyi dengan sangat keras dan membuat semua murid bersorak gembira. "Duluan ya Bul..." ucap Yuan. "Oke" jawab Bulan. "Huhh... sudah beres. Waktunya pulang" lanjutnya. Bulan keluar kelas dan berjalan menyusuri koridor hingga sampai di gerbang sekolah. Ia berhenti di pinggir jalan untuk menyebrang ke halte depan sekolah. Brraaakkkkkkk.... Tubuh Bulan tertabrak sebuah mobil yang melintas disaat Ia akan menyebrang. Tubuh mungil tersebut penuh luka dan darah mulai mengalir. "Aww... sakit" rintih Bulan. "Hahhahhaha.... uhh, kasian... itu balasan buat orang yang ngrebut cowok orang" teriak Mentari dari dalam mobil. Disaat itu pula, Nisa dan papanya lewat dan menyaksikan kejadian tersebut. "Papa stop! Itu Bulan pah" teriak Nisa. Nisa dan papanya turun dari mobil menghampiri Bulan yang tergeletak di jalan. "Ya ampun Bulan... bawa ke rumah sakit pah" ucap Nisa panik. Papa Nisa mengangkat tubuh Bulan masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas menuju rumah sakit. "Nak, kamu telpon keluarga Bulan" ucap Papa Nisa. Tidak lama kemudian, keluarga Bulan dan teman-teman Bulan datang. Disaat itu pula, dokter keluar dari ruangan. "Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Bunda khawatir. "Mari ikut saya ke ruangan" jawab Dokter. "Begini, karena tubuh Bulan terbentur keras dengan jalan. Kondisi Bulan sekarang hanya mengalami patah tulang di bagian lengan bawah. Kami telah membantu semaksimal mungkin" jelas Dokter. Ayah dan Bunda terkejut. "Bisa sembuh kan dok?" Tanya Ayah khawatir. "Masih bisa Pak. Untuk saat ini Bulan jangan terlalau kecapean. Bulan boleh pulang sekarang. Dan ini saya kasih resep, jangan lupa ambil obat ke apotik" jelas Dokter. Drrtt.... Drrtt... 1 Message from Bintang⭐ | Kamu nggak papa kan? Udah baikan kok? | Ya udah, cepet sembuh ya Moon❤️ Makasih❤️ Read
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD