Syukuran

1485 Words

“Mas, kita adain syukuran yuk di rumahnya Mbak Rahmi,” ucapku di sela-sela obrolan kami bertiga di apartemen. Mas Farhan langsung melirik Mbak Rahmi, Mbak Rahmi yang tadinya makan keripik tiba-tiba berhenti dan membalas lirikan dari Mas farhan. “Luna, kenapa harus di rumah Mbak? Gimana kalau di rumah Papa Mama aja,” sahut Mbak Rahmi lembut. “Iya tuh, pastinya orang-orang di sana lebih mengenal kamu. Kalau di tempat Rahmi kan ngak ada orang yang kenal sama kamu Luna,” sahut Mas Farhan. “Tapi Luna maunya di rumah Mbak Rahmi Mas,” ucapku merengek kayak anak kecil. “Luna, kamu tahu sendiri tetangganya Mbak gimana. Mbak ngak mau kamu jadi bahan gosip di sana,” Mbak Rahmi memegang tanganku lembut. “Luna udah biasa Mbak, justru kedekatan kita bisa bungkam mulut mereka. Pokoknya Luna maunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD