Sesudah nonton kami balik lagi ke musholah untuk menunaikan sholat ashar. Hatiku sekarang terasa lebih plong, setelah hampir seharian menjadi seorang jomblo. Memang benar ya, hidup menjadi jomblo itu lebih asyik, tapi rasanya menyalahi kodrat Allah saja jika terus menerus ngak mau melepas masa lajang dengan alasan ngak mau punya beban. Sebab Allah menciptakan makhluk-nya itu berpasang-pasangan. “Gimana Lun? Udah merasa lebih nyaman,” tanya Mbak Winda saat kami baru saja keluar dari mall. “He, iya Mbak.” Aku memaksakan untuk tetap tersenyum. Tapi rasanya ada yang mulai aneh semanjak aku sholat ashar tadi. Perutku rasa kram gitu, namun belum terlalu sakit. Aku takutnya malah semakin sakit sementara kami belum tiba ke apartemen. Karena aku ngak enak kalau Winda tahu. Hari ini adalah jatah

