Mbak Rahmi tidak membiarkan aku bangun dari tempat tidur. Apa saja yang aku butuhkan, ia selalu membawakan ke tempat tidurku. Aku hanya diperbolehkan bangun hanya untuk sholat saja. Alasannya karena kondisi fisik ku yang dianggap lemah. Mbak Rahmi takut aku terjatuh dan terjadi hal yang tidak diinginkan. Menurut ku ini berlebihan sih, tapi ada rasa senang juga di hatiku melihat ketulusan Mbak Rahmi saat mengurusku dan memperhatikan dengan sepenuh hati. Aku merasa punya kakak perempuan yang baik, yang baru dikirim kan Allah untuk ku. Madu berasa kakak kandung. Tapi jujur bosen banget ngak ada kegiatan sama sekali, bahkan aku tidak diperbolehkan untuk mengurus pekerjaan rumah sedikitpun. Bosen banget rebahan sepanjang hari. "Emang Mbak ngak kerja?" tanyaku sama Mbak Rahmi. Bisa saja Mba

