Beberapa menit aku masuk kelas dan bertanya pada anak-anak yang sudah lebih dulu ada di dalam kelas. Kami mengobrol bebas karena memang belum waktunya untuk belajar. Aku menangkap bayangan Ruri berdiri di depan pintu kelas dengan wajah tampak kuyu. Karena aku yakin ada hal ingin ia sampaikan namun ragu, jadi aku terlebih dulu mendekati dia. "Ruri, kenapa berdiri di sini? Perasaan aku ngak salah masuk kelas, emang selama ini kamu yang mengajar di kelas ini?" tanyaku. Karena wajah Ruri ngak nyebelin kayak tadi pagi, jadi aku bertanya dengan nada pertemanan. "Kamu ngak salah masuk kelas Lun. Aku ke sini hanya mau minta maaf sama kamu," ucapnya sambil menunduk. "What?" jelas aku kaget. Tadi kekeh banget ngehina-hina aku, eh baru beberapa menit udah minta maaf aja. Perasaan ngak ada huja

