Mahendra sangat marah kepada Attaya. Putra yang dirawatnya dari kecil, telah berani membangkang. Bukan hanya menjatuhkan dirinya tapi juga menempatkan dia di ujung tanduk. Berkali-kali ia mendesah sambil menghela napas. Kehidupannya benar-benar terancam. Ia lebih baik mati daripada harus melihat bisnis keluarganya terenggut paksa dari tangannya. Telepon genggam Mahendra bergetar pertanda ada pesan masuk. Sebuah informasi terpampang di sana. "Tuan, Attaya telah mendaftarkan diri ke dinas untuk melangsungkan akad nikah dengan seorang gadis asli Bogor bernama Tiara Kusuma. Perkawinan tersebut akan dilaksanakan tiga hari lagi. Tiara Kusuma tercatat sebagai Teller pada sebuah Bank perkreditan rakyat. Dia hanya tinggal bersama ibunya yang bernama Rubyah, seorang guru sekolah dasar yang samp

