Epilog

709 Words

Terik matahari siang itu begitu menyengat. Bahkan milkshake milik Sia sudah tandas sejak tadi tapi William masih belum menampakkan batang hidungnya. Siang ini, di depan kedai minuman dekat sekolah menjadi tempat janji temu mereka. Setelah melewati ujian semester yang menguras energi dan pikiran. Keduanya berjanji akan menonton film dan makan siang bersama. Waktu yang ditentukan jam sebelas siang, tapi jam tangan putih milik Sia sudah menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas menit. Yang artinya William telah mengingkari janjinya. Sia berdecak kesal. Menopang wajahnya dengan sebelah tangannya. Jika dalam lima belas menit William masih belum datang lebih baik aku pulang, putusnya. Tapi lima menit kemudian, William datang dengan peluh di keningnya. "Sorry Si, aku kesiangan bangun." Deng

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD