Dua puluh empat

1131 Words

Maya memandang sahabatnya dengan tangan bersedekap dan tatapan sebal. Tidak habis pikir dengan apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran sahabatnya itu. Apa susahnya sih menjawab pertanyaan William? Selanjutnya meminta laki-laki itu datang ke kafe nada bersamanya untuk menemui Kak Renold. Task finished. Bagian mana kesulitannya? "Ah! Kak William!" pekik Maya saat mereka sedang berjalan ke kantin. Mendengar nama yang terucap di bibir temannya, cepat-cepat Sia berlari dan bersembunyi di balik tembok yang berada di tikung lorong. Perlahan Sia memajukan wajahnya. Mencoba mengintip dan mencari di mana sosok William berada. Tapi yang didapatinya hanya Maya yang sedang tertawa puas. Ternyata teriakan yang diberikan oleh Maya tadi hanyalah perbuatannya. Dengan kesal Sia keluar dari persembunyia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD