Sembilan belas

1333 Words

"Kenapa kamu harus menutupi kebenaran ini selama empat tahun, Sia?" tanya Lia saat mereka sedang duduk di dalam kamar Sia. Untuk sejenak Sia menjauhkan tangannya dari buku peer Biologi dan memutar kursinya menghadap Lia yang sedang duduk di atas tempat tidurnya. Sia menarik kedua sudut bibirnya. Ada rasa bahagia saat bisa kembali melihat pemandangan ini. Pemandangan yang dulu sering dilihatnya ketika mereka masih tinggal dalam satu kamar. "Untuk apa?" Bukannya menjawab gadis itu malahan bertanya balik. "Untuk apa katamu? Memangnya selama empat tahun ini kamu tidak merasa kecewa, marah dan sedih dengan perlakuan kami?" tanya Lia heran. "Tentu saja! Kalian benar-benar menganaktirikan aku." Raut wajah Sia tampak kesal tapi detik berikutnya rasa kesal itu berubah menjadi senyum hangat. "T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD