Andai manusia boleh memilih kepada siapa hatinya akan diberikan, mungkin Sia akan memberikan hatinya kepada Melky yang selalu mengutarakan isi hatinya. Tidak seperti hati William yang harus membuat Sia menebak-nebak apa yang sedang ada di dalam hati laki-laki itu. Lihat saja, di warung bakso Pak Soleh yang sempit ini, walaupun berbeda meja tapi sesekali pandangan mata Sia bertemu dengan milik William yang duduk tepat di balik punggung Lia yang berada di seberang meja. Sedangkan gadis cantik yang duduk di sebelahnya terus berceloteh yang sukses membuat teman-teman William tertawa puas. "Pulang yuk Si," ajak Lia tiba-tiba. Padahal bakso mereka belum habis. "Eh? A-ayo..." Setelah membayar bakso mereka, tiba-tiba Lia menepuk keningnya. "Kenapa kak?" tanya Maya heran. "Aku lupa! Hari

