Sebelas

960 Words

Sia tersentak ketika pandangan matanya bertemu dengan kedua iris cokelat milik William. Di mana laki-laki itu setengah membungkuk sehingga kepalanya tepat berada tepat di atas kepala Sia. Bibirnya membentuk sebuah senyuman yang mampu menghangatkan hati Sia. Perlahan Sia bangkit dari posisinya. "Kenapa lo bisa ada di sini?" tanya Sia heran, padahal ia yakin tadi tidak ada siapa-siapa. "Nemenin lo." "Bukan itu maksud gue. Tapi kenapa lo tiba-tiba bisa ada di sini? Tadi gue yakin sekolah udah sepi." Sia menyipitkan matanya. "Jangan-jangan lo stalking gue ya?" William tertawa saat mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir tipisnya. Sedangkan Sia masih memandang William penuh curiga. "Nggaklah. Tadi pas gue keluar gerbang sekolah, gue lihat temen lo balik sendiri. Terus habis itu juga g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD