Jack mendatangi rumah Vanisya

1196 Words
"Akhirnya, dia tergoda olehku." Batin Jenny. Tanpa menunggu waktu lama, Jenny pun segera membuka semua pakaiannya dan mendekati pria yang duduk di kursi besarnya. Klek... " Tuan. Silahkan, kami menunggu perintah." "Tuan, kenapa dia masuk.? " Teriak Jenny dengan menggunakan kedua tangannya untuk menutupi bagian tubuhnya yang tanpa balutan apapun. " Bawa wanita ini pergi untuk melayani tamu kita. " Perintah Jack dengan memandang arah lain tanpa memperdulikan wanita itu. " Tuan, aku tidak mau. " Teriak Jenny yang di tarik keluar oleh bawahannya Jack. " Dasar murahan. " Gumam Jack dengan wajah dingin. Klek... " Masuk." Perintah bawahan Jack dengan mendorong Jenny keruangan karaoke yang terdapat beberapa pria yang sedang bersenang-senang. " Jangan, aku mau keluar." Teriak Jenny dengan ketakutan karena tangannya di tahan oleh salah seorang pria di dalam sana. " Jenny Shin, bukankan kamu datang kesini untuk meminta Tuan kami menunda waktu ? Jika kamu bisa menyenangkan mereka, mungkin saja Tuan kami akan mempertimbangkan kembali. " Ujar bawahan Jack lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu. " Ayolah gadis cantik, tubuhmu sangat indah. " Kata pria itu dengan menyetubuhi Jenny di lantai. " Jangan menyentuhku. " Teriak Jenny tak berdaya karena di kuasai oleh pria itu. Sesaat kemudian, bawahan itu masuk kembali ke ruangan kantor Jack. Klek... " Tuan, aku sudah melakukan sesuai perintah Tuan. " Ujar bawahan tadi dengan menunduk. " Bagus, keluarga Shin memang rendahan. Mike Shin dan Putri nya sama saja." Jjar Jack dengan raut wajah yang marah. " Besok, ambil alih kediamannya. " Perintah Jack dengan menatap bawahannya. " Baik, Tuan " Jawab bawahannya dengan menunduk lalu meninggalkan kantor Jack. " Permisi, Tuan " sapa Manager Jack yang masuk keruangan atasannya. " Bagaimna ? Apa ada kabar dari sana. " Tanya Jack dengan menatap ke arah Managernya itu. " Tuan, kumpulan meraka telah menyerang kumpulang kita. Dan Steven berhasil menangkap mereka semua. " Jawab Manager itu dengan cepat. " David, kumpulkan semua anggota kita. Minggu depan aku akan datan ke San Fransisco untuk bertemu dengan Steven. Mengenai wilayah itu, aku harus mendapatkannya. Mereka berani menyerang kita, maka aku akan menguasai seluruh wilayah mereka." " Baik, Tuan" jawab David dengan menunduk lalu keluar meninggalkan kantor atasannya. " David. " Teriak Jack dengan nada tinggi. " Iya, Tuan " jawab David yang masuk kembali ke dalam kantor atasannya. " Bagaimna dengan dia? Apa masih belum ada kabar.? " " Lapor Tuan, belum. Semua tempat sudah dicari, namun tidak ada orang itu yang muncul disana. " Jawab David dengan cemas. " Ini sudah 25 tahun lamanya, kenapa dia tidak ada niat sama sekali untuk mencariku.? " Ujar Jack dengan kemarahan. " Tuan, aku yakin kita pasti akan mendapatkannya suatu hari nanti. " " Jika dia ingin pergi, maka dia tidak akan ada niat lagi untuk kembali." " Tuan." " Keluar. " " Baik, Tuan " " Kane Anderson, kemana pun kamu pergi, aku akan mencarimu sampai dapat. Jika kamu sudah mati, maka aku juga yang akan mengorek jasadmu. " Batin Jack dengan emosi dan mengepal kedua tangannya. Setelah satu jam kemudian, Jenny keluar dari ruangan karaoke tersebut. Kondisi tubuh Jenny penuh dengan luka dan perasaan yang hancur, sambil berjalan untuk meninggalkan tempat itu. Akan tetapi, karena kesakitan yang di alaminya membuatnya tidak kuat berdiri sehingga ia jatuh tersungkur. " Kenapa harus aku yang mengalaminya.? " Jkka aku tahu akan terjadi seperti ini, maka seharusnya aku menyuruh gadis bodoh itu saja kesini dan melayani ke 5 pria brensek itu. " Kata Jenny dengan kesal sambil menangis. Ia tidak sadar kalau omongannya telah di dengar oleh Jack yang tiba-tiba muncul dari belakang nya. " Jenny Shin, apa kamu menyesalinya.? " Tanya Jack yang menatap Jenny yang masih tersungkur di lantai. " Tuan, kenapa kamu begitu tega padaku.? " Tanya Jenny dengan menangis histeris dan mencoba untuk berdiri. " Kenapa? Apa kamu tahu, kalau kamu itu tidak ada bedanya dengan wanita lain yang sangat suka menggoda pria. Wanita sepertimu sangat cocok untuk melayani para pria murahan itu. " Jawab Jack dengan tatapan sinis. " Tapi aku.? " " Apa kamu pikir dengan menggodaku, maka aku akan memberikan kalian waktu untuk melunasi hutang? Kamu salah, aku tidak suka dengan orang yang tidak menepati janji. " Ijar Jack dengan sipat dingin dan meninggalkan wanita itu. " Kamu bohong padaku, tadi kamu bilang akan memberikan waktu buat kami, aku sudah mela*lyani kelima pria itu. " Teriak Jenny histeris yang merasa hidupnya sangat hancur. Pemilik Club 999 ini adalah Jack Anderson. Selain Club 999, ia juga memiliki beberapa kasibo mewah dan juga beberapa Nigh Club yang berada di Eropa. Selain itu, Jack juga di kenal sebagai pengusaha berlian yang sukses dan mendapatksn keuntungan yang tak terhitung lagi jumlah nya . Ia juga ketua Mafia dan kumpulan Wolf Jack yang di kenal kejam dan tanpa ragu untuk membunuh uh orang yang menyinggung nya, baik pria maupun wanita. Kumpulan Wolf menyebar keseluruh dunia, itu karena kekejaman tanpa ampun dari Jack, setiap yang menyinggung nya maka ia akan kehilangan nyawa. Selain itu, semua wilayah-wilayah mereka juga akan di rebut oleh Jack. Kediaman Shin Vanisya yang berada dalam kamarnya, sedang melihat amplop besar yang berisi dokumen yang sangat penting baginya. " Pa. Maaf, jika besok Vani harus menggunakan ini untuk membantu Paman, jika saja kakak gagal membujuk Tuan Jack, aku hanya bisa mencobanya dengan menggunakan ini. " Kata Vanisya dengan mengeluarkan air mata sambil melihat dokumen yang ada di tangannya. Ayah Vanisya bernama Syam, ia meninggal di saat Vanisya baru berusia 12 tahun. Akan tetapi, Vanisya sendiri tidak bisa mengingat kejadian itu. Akibat kejadian itu, Vsnisya selalu di hantui dengan kehidupan yang dianggap telah menyebabkan sebuah penyakit aneh pada dirinya tetapi ia tidak menyadarinya. Keesokan harinya Beberapa mobil berwarna hitam dan pria asing berpakaian serba hitam mendatangi kediaman Shin, Jack yang datang bersama anggotanya dengan niat untuk mengusir keluarga Mike. Ting tong... Bunyi bel di pintu besar rumah Mike. Jenny lalu membuka pintu kemudian melihat pria yang berdiri di depan pintu dengan tatapan membunuh. " Tuan Anderson. " Sapa Jenny dengan gemeteran. Jack mengabaikan wanita itu lalu masuk ke ruangan bersama anggotanya. " Tuan Anderson. " Sapa Mike dengan gemeteran. Lalu, Jack pun duduk di sofa dengan sikap dinginnya. " Tuan, beri aku waktu lagi. Aku mohon. " Pinta Mike dengan memohon. " Tuan Shin, kami sudah memberikan waktu selama sebulan." Bentak David dengan nada emosi. " Iya, tapi. " " Aku tidak suka buang waktu, tidak ada uang maka keluar saja dari rumah ini. Selain rumah ini, perusahaanmu juga dan itu tidak bisa menutupi hutangmu. Selain rumah ini, kamu juga harus menyerahkan perusahaan mu. " Ujar Jack dengan tatapan tajam. " Tuan, perusahaan itu adalah satu-satunya milik kami dan rumah ini juga. " Nalas Jenny dengan menangis sambil mengingat kejadian yang semalam. " Itu bukan urusanku." Jawab Jack tanpa melihat Jenny yang berdiri di depannya. " David, usir mereka. " Perintah Jack. " Baik, Tuan " " Paman. " Panggil Vanisya di tangga yang berlarian dari lantai atas menuju ke bawah. Mendengar suara panggilan yang tiba-tiba muncul dari lantai atas, Jack yang sedang memainkan cincin di jemarinya membuatnya menoleh ke arah gadis yang berlarian di tangga itu. Karena ia bisa mengenali suara lembut itu, yang ia dengar di hotel mewah malam kemarin. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD