Sudah Berselingkuh

1034 Words
Kang Joon mendongak, menatap kamar Sonya yang ada di atas sana. Sedangkan dia berdiri di luar halaman rumah Sonya dengan tubuh menggigil. Harapan Kang Joon dia bisa melihat wajah Sonya sebelum tidur malam ini. Dia masih merindukan gadis menggemaskan itu. Namun tidak disangka, Sonya muncul di hadapannya lagi. Seorang diri. Kang Joon mengulas senyum tipis, semoga bukan mimpi melihat Sonya di depan mata. "Kenapa keluar? Di luar dingin?" Tanya Kang Joon, meraih tubuh Sonya, mendekapnya erat, tak ingin terlepas begitu saja. Satu kecupan mendarat di ujung kepala Sonya, menempelkannya beberapa detik. "Aku masih merindukanmu, Oppa." Sahut Sonya, membalas dekapan Kang Joon. "Terima kasih selalu ada buat aku. Menggantikan posisi Ayah untuk memanjakan aku." Ucap Sonya ditengah meneteskan air mata. "Ya, aku juga terima kasih sudah mengisi hariku yang kesepian ini." "Maafkan Ibu aku. Aku mohon abaikan semua ucapan Ibu. Aku selalu ingin bersama Oppa." Kang Joon menarik diri. Memegang wajah Sonya dengan kedua tangan. Mereka saling menatap tanpa berkedip. "Aku akan selalu menjagamu, kapanpun itu." Sonya menganggukkan kepala, lalu memeluk tubuh Kang Joon, lagi. *** Sonya melihat Kang Joon satu payung bersama Ha Na saat pulang sekolah. Hati Sonya terasa sakit, tercabik-cabik. Semua ucapan yang keluar dari mulut Kang Joon sudah tidak ia percaya lagi. Ternyata Kang Joon memiliki perasaan pada Ha Na. Hari ini Kang Joon hanya menemui Sonya sekali saja. Dan Sonya merindukan Kang Joon. Tapi apa yang ia lihat pulang sekolah membuat Sonya kecewa pada Kang Joon. "Sunbae? Teriak Sonya setelah mendekati Kang Joon dan Ha Na. Kang Joon melotot, terkejut melihat kehadiran Sonya. Wajah kekasihnya memendam amarah sehingga membuat Kang Joon sedikit khawatir. Apalagi dia memanggil Kang Joon dengan sebutan tadi. "Sonya? Kenapa tidak pakai payung?" Tanya Kang Joon, ingin memberikan payung pads Sonya tapi barang yang ia pegang sekarang milik Ha Na. Ha Na melirik Kang Joon yang sedang melihat ke atas, seakan Ha Na bisa membaca pikiran Kang Joon. "Payungnya hanya bisa dipakai 2 orang." Sahut Ha Na sedikit ketus. Sonya mengabaikan pertanyaan Kang Joon. Dia berjalan lebih dulu, melewati Kang Joon dan Ha Na. Payahnya, Kang Joon tidak mengejar Sonya. Malah membiarkan gadis itu pergi meninggalkannya, bahkan menembus hujan deras. *** Hari selanjutnya, Kang Joon mencari Sonya di dalam kelas. Dia tidak menemukan gadis itu disana. Saat Kang Joon akan keluar dari ruangan, Kang Joon bertemu Ha Na. "Hai, Oppa?" Tanya Ha Na, senyumnya lebar melihat kedatangan Kang Joon. Dia pikir kakak kelasnya itu sedang mencari dirinya. "Apa Oppa mencariku?" Tambah Ha Na, penuh dengan kepercayaan diri. Jelas kentara senyum lebar menghiasi wajah Ha Na. Begitupun Kang Joon, meskipun dia tidak menyukai Ha Na, dia tetap memberikan senyum manisnya pada Ha Na. Sembari menggaruk kepala yang tidak gatal, Kang Joon menjawabnya dengan santai. "Dimana Sonya?" "Kenapa mencari Sonya?" Ha Na penasaran. Sonya yang berdiri tidak jauh dari mereka, mendengus kesal. Keberadaannya belum diketahui Kang Joon. Melihat dari jauh kebersamaan mereka berdua, membuat Sonya kesal setengah mati. "Ah, itu Sonya." Ucap Ha Na, melihat Sonya berdiri di ujung jalan. "Sonya?" Perasaan Kang Joon tidak enak, lagi. Melihat ekspresi wajah Sonya membuatnya ketakutan. Cekatan, Kang Joon berlari mendekati Sonya. "Aku mencarimu kemana-mana." Ucap Kang Joon saat mereka berhadapan. Sonya menghela napas panjang. "Kamu dari mana, Sonya?" Lanjut Kang Joon, meraih pergelangan tangan Sonya. "Lepaskan." Nada bicaranya meninggi, dan dia bergerak untuk melepaskan diri dari Kang Joon. "Kenapa kamu dekat dengan Ha Na? Sunbae sengaja melakukan ini? Semua ucapan Sunbae bohongkan? Sunbae tidak benar-benar menyukaiku?" "Sunbae terpaksa menerimaku?" Kali ini Sonya kembali bertanya, namun dengan nada rendah. "Bukan begitu Sonya." Kang Joon menggelengkan kepala. "Kemarin Ha Na memberiku tumpangan payung karena aku harus segera pergi." "Pergi kemana?" "Pergi mengurus ansuransi." Jelas Kang Joon. "Aku tidak menyukai Ha Na, demi Tuhan." "Aku tidak percaya." Sonya menggelengkan kepala. Tetap tidak percaya dengan penjelasan Kang Joon. "Nanti malam aku akan kerumahmu, membuktikan kalau aku serius menjalin hubungan denganmu." "Hah?" Sonya ternganga. Bagaimana kalau Kang Joon bertemu dengan Ibu. Apa yang akan dilakukan Ibu pada Kang Joon. "Tapi?" "Aku akan datang meminta maaf padamu. Tunggu aku datang kerumahmu." Sonya terhenyak, menatap kepergian Kang Joon. Dia tidak dapat berkata-kata. *** Malam ini Sonya hanya mengenakan pakaian tidur sambil menunggu kedatangan Kang Joon. Tidak ada riasan wajah juga. Jantungnya tidak berhenti berdebar sembari menunggu kedatangan Kang Joon. Sayangnya, sudah beberapa jam Sonya menunggu tidak ada kabar dari kekasihnya itu. Bahkan ponsel Kang Joon mati, tidak bisa dihubungi. Perasaan Sonya mulai tidak percaya dengan Kang Joon. Laki-laki itu pandai berbohong. Meskipun di luar sana hujan deras, apa mungkin Kang Joon takut dengan hujan sehingga tidak jadi datang ke rumah? Ah... Tidak mungkin. Dia pasti akan datang. Sonya akan menunggu Kang Joon hingga larut malan. *** Sudah beberapa hari ini Sonya tidak melihat keberadaan Kang Joon di sekolah. Bahkan dia meminta bantuan Son Ju untuk mencarinya juga. Tapi tidak ada hasil sama sekali. Jujur, Sonya masih marah dan kecewa pada Kang Joon, tapi perasaan itu dikalahkan oleh kekhawatiran yang luar biasa. Sonya takut akan kehilangan laki-laki seperti dia. Sonya mulai mendengar kabar kalau Kang Joon sakit, tapi mereka tidak ada yang tahu alamat rumahnya. Apalagi Kang Joon tinggal seorang diri tanpa keluarga. Kalaupun dia sakit, pasti tidak ada yang merawatnya. Sonya semakin khawatir tentang kondisi Kang Joon, terlebih lagi hubungan mereka tidak direstui oleh Ibu Sonya. "Tidak ada yang tahu rumah Hyung." Ujar Son Ju setelah mencari informasi ke teman-teman Kang Joon. "Sebaiknya Noona menunggu Hyung sampai masuk sekolah." "Tapi ini sudah 2 hari, aku sangat khawatir padanya." Sonya menggigit bibir bagian bawah. "Tenang, Sonya." Son Ju merasa kasihan pada kakak perempuannya itu. Dia tahu kalau Kang Joon merupakan kekasih pertama Sonya, jadi dia pasti bahagia sekali memiliki kekasih. "Kang Joon pasti muncul, Sonya harus sabar." Masalah hubungan Sonya tidak direstui Ibu, Son Ju membela Sonya sampai akhir. Sonya berhak bahagia dengan siapapun dan kapanpun. *** "Ha Na?" Panggil Sonya saat melihat Ha Na sedang mengobrol dengan Joo A di depan kelas. "Kenapa?" Sahut Ha Na sinis. Wajahnya tidak suka dengan kehadiran Sonya. "Apakah kamu tahu rumah Kang Joon Sunbae?" Tanya Sonya pelan-pelan. "Sudah beberapa hari Sunbae tidak masuk sekolah." "Tentu saja tahu. Aku pernah main kerumahnya." Ha Na tersenyun licik. Padahal dia sedang berbohong. Tapi Sonya percaya saja dengan ucapan Ha Na. "Kenapa kamu peduli sama dia?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD