Tanpa aba – aba, Axel langsung memukul wajah Samuel. “.” Geram Rio saat melihat Samuel terpental gara – gara pukulan Axel, “bisa – bisanya lo bercanda.” Ujarnya membantu Samuel. Axel tersenyum sinis menatap Samuel, “dia emang pantes di pukul Yo.” Ujar Axel santai, “lo gak lihat di papan itu tulisannya apa?” Tanya Axel menunjuk papan yang menempel pada pintu kamar inap Killa. “Harap tenang, jangan berisik.” Gumam Delva membaca tulisan, satu detik kemudian dia tertawa menyadari tingkah Axel. “Lo juga mau?” Tanya Axel menatap Delva datar. “Gak.” Geleng Delva menutup mulutnya menggunakan tangan. “Ini salah gue.” Ujar Rio menatap termenung. “Kalo gue sama Rio gak bawa dia bolos mungkin dia gak akan kayak gini.” Ujar Delva, “gue sama Delva sibuk ngerjain hukuman Guru BK, sedangan Killa be

