36

1140 Words

‘BRUK’ Killa ambruk ke dalam pelukan Axel, “Kak Axel hhh. “ Lirih Killa memperlihatkan telapak tangannya yang berdarah dari kepalanya. “Iya sayang, tahan ya kamu gak akan kenapa – kenapa kok. “ Ujar Axel meneteskan air matanya tanpa sadar, “maafin kakak ya, kakak gak bisa jagain kamu. “ Tangan Killa terulur mengusap mata Axel, “jangan nangishh. “ Ucap Killa tersenyum menatap Axel, “aduh tangan Killa kotor kak, jadi jelek mukanya. “ Kekeh Killa menatap wajah Axel terkena darah dari tangan Killa. Axel masih menangis, “tahan ya, lihat mata kakak jangan tidur. “ Pinta Axel kemudian menggendong Killa dan membawanya pergi menuju parkiran. Selama perjalanan, Axel tak henti – hentinya menyuruh Killa untuk menatapnya. Tangannya pun menggenggam kuat tangan Killa, “lihat kakak sayang, jangan tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD