“Mas, kita nggak pulang?” tanya Bening heran sambil melirik ke arah jalan yang makin sepi. Lampu-lampu toko mulai padam satu per satu, dan suara kendaraan pun berkurang. Setelah drama sambal tadi di warung pecel lele, Bening benar-benar yakin malam ini akan diakhiri dengan tenang di mobil, mungkin sambil mendengarkan musik pelan dan menikmati dinginnya AC yang akhirnya bisa menenangkan lidahnya. Tapi tiba-tiba, tanpa aba-aba, Banyu membelokkan mobil ke arah jalan kecil yang bahkan tidak ada lampunya. “Eh, Mas, beloknya ke mana sih? Rumah kita bukan ke arah sini deh,” katanya cepat. “Tenang aja,” jawab Banyu pendek. “Tenang gimana, Mas? Ini arah menuju kompleks perumahan orang, bukan?” “Bukan.” “Terus ke mana?” Banyu tidak langsung menjawab. Ia tetap fokus pada jalan, matanya lurus k

