Bab 83

2856 Words

Sudah siang hari. Matahari bersinar terik menembus jendela kamar. Bening masuk ke kamar setelah selesai menyiapkan makan siang. Ia melihat Banyu masih terlelap. Bening mendekat dan menyentuh bahu suaminya dengan lembut. “Mas, bangun. Udah siang. Katanya mau berangkat kerja.” Banyu bergerak sedikit. Butuh beberapa detik sebelum matanya terbuka. Ia memandang istrinya yang sedang berdiri di tepi ranjang. “Sudah jam berapa” tanyanya dengan suara serak. “Udah hampir jam satu, Mas. Ayo bangun. Aku udah siapin makan siang.” Banyu mengangguk pelan. Ia bangkit duduk, mengusap wajahnya, lalu menarik napas panjang. Sisa pusingnya masih ada, tetapi tidak seberat pagi tadi. “Sana siap-siap dulu. Aku tunggu di meja makan,” Bening membantunya meneguk air putih. “Baik. Aku bersiap dulu.” Bening

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD