Bab 82

2681 Words

Banyu memarkir mobil di halaman rumah dengan hati hati. Ia mengatur napas sebelum membuka pintu mobil. Kepalanya masih terasa berat, tetapi ia sudah cukup sadar untuk menyusun kalimat. Yang ada di pikirannya hanya satu hal, ia tidak boleh membuat Bening mencurigai apa pun. Bening sudah melewati masa sulit. Ia tidak boleh dibuat khawatir lagi. Ia membuka pintu rumah. Ruang tamu terlihat rapi. Bening berdiri di sana sambil memegang cangkir teh yang masih mengepulkan uap. Sesaat ekspresi Bening tampak lega, tetapi kemudian berubah sedikit bingung ketika melihat penampilan suaminya. Rambut Banyu kurang rapi. Kerah kemejanya tidak simetris. Ada lipatan di bagian lengan yang seharusnya tidak ada. Baunya juga cukup jelas, campuran alkohol yang masih tersisa dan aroma ruangan hotel. Bening menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD