Bab 62

2588 Words

“Ngghhh… Mas… udah—” desahan itu berhasil lolos dari mulut Bening ketika merasakan hentakan berulang dari pusat tubuhnya. “Bening… kamu cantik,” berulang kali Banyu juga mengucapkan hal itu ketika sampai di puncaknya. Lalu Banyu berguling ke samping Bening, dan ajaibnya tanpa melepaskan penyatuan mereka berdua. Banyu merapatkan tubuhnya ke Bening, seperti tidak rela jika barang sedikitpun calon anak-anaknya itu keluar dari milik Bening. Malam ini, mereka melakukannya lagi, ini kali kedua untuk mereka merasakan kehangatan satu sama lain, merasakan peluh satu sama lain. Bening tidak memberontak seperti sebelumnya, karena Banyu tiba-tiba saja mengatakan bahwa ingin memiliki anak dari Bening, betapa terharunya Bening ketika mendengar itu. Beberapa tahun yang lalu, Bening lah yang menghar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD