Bab 63

2609 Words

Matahari pagi masuk dari celah tirai kamar. Tidak terlalu terang, tapi cukup membuat ruangan tampak hidup. Bening berguling pelan, meraih bantal, lalu mencari kehangatan yang biasanya ada di sampingnya. Tapi sisi ranjang itu kosong. Tidak ada Banyu. Selimutnya terlipat rapi, tanda bahwa Banyu sudah bangun sejak tadi. Bening membuka mata penuh dan duduk perlahan. Rambutnya masih acak karena tidur dalam, tubuhnya agak lelah tapi nyaman. Ia memijat tengkuk sambil menghela napas kecil. “Mas?” panggilnya pelan, padahal jelas kamar sudah kosong. Tidak ada jawaban. Ia turun dari kasur dan berjalan keluar kamar. Di lorong, aroma kopi samar tercium. Bening mempercepat langkah, berharap bertemu Banyu di dapur. Setelah tadi malam, ia yakin suasana antara mereka akan lebih ringan. Lebih hangat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD