Bab 64

2473 Words

Bening duduk di meja kerjanya sejak pagi, tetapi layar komputernya tetap kosong. Kursor berkedip sesekali, seolah mengejek betapa ia tidak mampu menulis satu kalimat pun sejak tiba. Tangannya menopang dagu, pikirannya entah ke mana. Yang ia ingat hanya satu hal saat bangun pagi tadi. Banyu yang berdiri di dekat meja makan tanpa senyum. Banyu yang menjawab dengan suara datar. Banyu yang tidak menoleh saat ia bicara. Banyu yang menghindar saat ia mendekat. Banyu yang semalam memeluknya begitu erat, tapi pagi ini seperti kembali menjadi sosok yang sulit diraih. Bening menggigit bibirnya. Ia mencoba kembali mengetik, tapi jemarinya berhenti begitu saja. “Bening.” Suara itu datang dari samping. Dita berdiri sambil membawa dua gelas kopi. “Lo ngapain dari tadi bengong aja? Layar lo isinya a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD