Rasa yang Utuh

2071 Words

Meskipun sedikit gamang, Rama tetap melangkah. Menuju ke kamar Caca untuk mencoba membujuk dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Berharap Caca mau mengerti dengan apa yang ada. Berharap Caca paham selama ini ia hanya takut kehilangan makanya diam dijadikan pilihan. Perlahan tapi pasti. Rama membuka pintu kamar yang sangat luas tersebut. Aroma wangi yang begitu lembut langsung menyapa indra penciumannya, begitu pintu terbuka. Kamar yang lebih luas daripada kamar tamu yang mereka tempati tadi. Bukan hanya itu, kamar yang ditempati Caca nyaris sama besar dengan rumahnya di kampung. Ingin rasanya Rama mundur, tapi sudah terlanjur sayang. "Kenapa nggak ada yang jujur padaku kalau kalian saling mengenal. Kalau kamu sudah tahu siapa orang tuaku!" Sergah Caca. Rasanya ia ingin lari saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD