Pengakuan Reno dan Rama

2235 Words

"Bang …!" seru Azmi. Langkahnya tergopoh-gopoh menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. Menyusul Reno, untuk memberitahukan sesuatu. Satu hal yang membuatnya terkejut. Lebih terkejut daripada melihat setan yang sedang gentayangan. "Ada apa, Sayang? Kamu sampai lari-larian begitu. Nanti encoknya kumat," goda Reno. Segera memasang kaos tipis di tubuhnya. Setelah ia selesai mandi dan memang … berniat untuk turun ke bawah. Duduk di teras belakang, untuk menikmati senja. Hal rutin yang dilakukannya bersama Azmi, setiap hari di teras belakang rumah mereka. "Bang … bercandanya nanti dulu. Kita harus turun dulu!" ajak Azmi. Menarik tangan Reno agar ikut dengannya turun ke bawah. Ia tidak akan sanggup turun, jika hanya sendirian saja. "Iya, kita turun. Kamu kenapa tidak sabaran begini," sung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD