Amarah Cahaya

1074 Words

"Tutup mulut kamu!! Ini tidak ada urusannya dengan anak kecil sepertimu. Lebih baik kamu diam karena kamu hanya orang luar yang menyasar kemari." Reni mengacungkan pisau yang ada di tangannya kepada Caca. Takut? Tidak!! Caca justru mendekat meskipun Rama telah menahan pergelangan tangannya. Memintanya untuk diam dan tidak lagi mendekat, karena kini Reni dalam keadaan emosi. Takut nantinya Reni malah mencelakai Caca, yang tidak salah apa-apa. "Ca …" gumam Rama. Menahan pergelangan tangan Caca agar mundur saja.. Melayani orang yang sedang emosi dengan amarah, tentu saja hanya akan memperburuk keadaan saja. Apalagi kini Reni tengah memegang senjata tajam di tangannya. "Maaf. Untuk kali ini aku tidak ingin patuh pada ucapanmu." Caca menepis tangan Rama. Ia kini mendekati Reni, yang semaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD