“Anda menyerah?” tanya Teguh padaku siang ini. Aku mengangguk pelan, bagaimanappun aku harus realistis dan berhenti saat semua yang aku kerjakan hanya sebuah Kesia-siaan. Aku harus menerima kenyataan kalau perusahaanku tidak bisa lagi di selematkan. Kondisi keuangan baik keluarga maupun perusahaan morat marit karena ternyata hampir semua aset telah dijaminkan Gara sebagai jaminan untuk utangnya. Tidak ada yang peduli, saat mereka tidak menerima pembayaran dari Gara semua mengancam akan mengambil alih semuanya. Jelas dalam keadaan seperti ini aku tidak akan sanggup membayarnya. “Aku akan menjual semua aset milik pribadiku dan akan berusaha memenuhi kewajiban kepada semua karyawan, mungkin hanya itu saja yang bisa aku lakukan untuk para karyawan yang telah bekerja dengan cukup baik selama

