DUA PULUH TIGA

1675 Words

CANDY   Menyadari perubahan sikapku tiba-tiba, Dirga mengejarku keesokan paginya. Dia bingung mengapa aku berubah dingin setelah sikap manisku sempat kuberikan padanya. Karena aku ingin mendapatkan penjelasan juga, akhirnya aku angkat bicara. “Kenapa kamu nggak bilang sama aku kalau kamu ikut nemenin Nada di pertunjukan musik itu? Apa aku udah bukan sahabat kamu lagi?” Dirga tercekat mendengar kalimatku. “Siapa yang bilang?” “Aku nggak sengaja denger obrolan Nada sama Mama Rosa.” Kukira Dirga akan gelagapan menjawab pertanyaanku. Namun, dia justru menghela nafas pendek seolah apa yang kukatakan padanya tadi hanyalah kalimat tak penting. “Well, padahal aku mau ngasih kejutan sama kamu.” “Kejutan? Buat apa?” “Aku tahu kalau kamu pengen jadi musisi. Tapi, kamu nggak pernah nunjukin b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD